👤 Admin FPDM IKIP Siliwangi
🗓️ Jumat, 21 Agustus 2026 / ⏱️ 09:27:34
Cimahi, FPDM IKIP Siliwangi — Kabar membanggakan kembali hadir dari lingkungan Fakultas Pendidikan Dasar dan Matematika (FPDM) IKIP Siliwangi. Dr. Wahyu Setiawan, M.Pd., resmi menyandang gelar doktor setelah menjalani sidang promosi doktor pada 20 Agustus 2026. Pencapaian ini menjadi momentum penting bagi penguatan budaya akademik di lingkungan fakultas sekaligus menambah kontribusi keilmuan dalam pengembangan pembelajaran matematika yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.
Dalam disertasinya yang berjudul “Pengembangan Bahan Ajar Statistika Menggunakan Model Project-Based Learning Berbantuan Media Digital DataVista untuk Meningkatkan Literasi Statistik dan Mengubah Resiliensi Statistik Siswa SMP”, Dr. Wahyu mengangkat pengembangan bahan ajar statistika yang memadukan model Project-Based Learning (PjBL) dengan dukungan media digital DataVista. Penelitian tersebut berfokus pada penguatan literasi statistik sekaligus perubahan resiliensi statistik siswa sekolah menengah pertama (SMP).
Topik ini memiliki relevansi dengan kebutuhan pembelajaran matematika masa kini. Di tengah meningkatnya penggunaan data dalam berbagai aspek kehidupan, peserta didik perlu memiliki kemampuan untuk membaca, memahami, menganalisis, dan menafsirkan informasi statistik. Selain itu, mereka juga membutuhkan ketekunan dan kepercayaan diri untuk menghadapi tantangan ketika mempelajari konsep matematika, termasuk statistika.
Menghadirkan Pembelajaran Statistika yang Kontekstual dan Digital
Statistika merupakan salah satu bidang matematika yang memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari. Data mengenai lingkungan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan fenomena sosial dapat menjadi sumber pembelajaran yang membantu siswa memahami bagaimana informasi dikumpulkan, disajikan, dianalisis, dan digunakan untuk mengambil keputusan.
Namun, pembelajaran statistika tidak cukup hanya menekankan penguasaan rumus dan prosedur perhitungan. Siswa juga perlu memahami makna data, mengenali pola, menyusun interpretasi, serta mengembangkan kesimpulan berdasarkan bukti yang tersedia. Kemampuan tersebut menjadi bagian penting dari literasi statistik.
Melalui pengembangan bahan ajar berbasis Project-Based Learning, pembelajaran diarahkan agar siswa terlibat aktif dalam kegiatan penyelidikan dan pengerjaan proyek. Siswa dapat mempelajari statistika melalui proses merumuskan pertanyaan, mengumpulkan data, mengorganisasi informasi, melakukan analisis, hingga mengomunikasikan hasil temuannya.
Penggunaan media digital DataVista menjadi unsur pendukung yang menarik dalam penelitian tersebut. Dalam konteks pembelajaran statistika, media digital berpotensi membantu siswa mengolah dan menyajikan data secara lebih sistematis, mengeksplorasi representasi data, serta memahami informasi melalui visualisasi yang relevan. Pemanfaatannya juga membuka kesempatan bagi guru untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan sesuai dengan perkembangan teknologi pendidikan.
Selain literasi statistik, disertasi ini mengangkat aspek resiliensi statistik. Resiliensi statistik berkaitan dengan kemampuan siswa untuk bertahan, beradaptasi, dan terus berusaha ketika menghadapi kesulitan dalam mempelajari statistika. Aspek ini penting karena tantangan belajar matematika tidak selalu dapat diselesaikan melalui penguasaan konsep semata, tetapi juga membutuhkan sikap positif, ketekunan, dan kemauan untuk mencoba kembali.
Integrasi bahan ajar, pembelajaran berbasis proyek, dan media digital diharapkan dapat menghadirkan pengalaman belajar yang mendorong siswa menjadi lebih aktif dalam memahami data sekaligus lebih tangguh menghadapi tantangan pembelajaran.
Dekan FPDM: Prestasi Akademik dan Kontribusi bagi Pendidikan
Dekan FPDM IKIP Siliwangi, Dr. Nelly Fitriani, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas pencapaian Dr. Wahyu Setiawan. Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan bagi fakultas yang menaungi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Pendidikan Matematika, sekaligus memperkuat semangat untuk terus mengembangkan kualitas sumber daya manusia dan produktivitas penelitian.
Dalam draf wawancara untuk berita ini, Dr. Nelly menyampaikan, “Kami mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi atas pencapaian Dr. Wahyu Setiawan, M.Pd. Gelar doktor yang diraih merupakan hasil dari proses akademik yang membutuhkan komitmen, ketekunan, dan dedikasi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan. Kami berharap pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika FPDM untuk terus meningkatkan kompetensi dan menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat.”
Ia juga diharapkan menyoroti pentingnya penelitian yang menghubungkan inovasi pembelajaran dengan pemanfaatan teknologi digital. Menurut perspektif tersebut, pengembangan pembelajaran matematika perlu terus dilakukan agar mampu merespons perubahan karakteristik peserta didik dan kebutuhan kompetensi pada era digital.
“Pengembangan bahan ajar yang memadukan model pembelajaran dan media digital merupakan salah satu upaya untuk memperkaya praktik pendidikan. Kami berharap penelitian Dr. Wahyu dapat menjadi referensi bagi pengembangan pembelajaran statistika serta mendorong lahirnya penelitian lanjutan yang berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan,” demikian draf pernyataan Dekan FPDM.
Dr. Wahyu: Mengembangkan Pembelajaran yang Bermakna
Bagi Dr. Wahyu Setiawan, pencapaian gelar doktor merupakan bagian penting dari perjalanan akademik sekaligus tanggung jawab untuk terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan. Proses penyelesaian disertasi membutuhkan konsistensi dalam mengkaji teori, merumuskan permasalahan, mengembangkan produk pembelajaran, serta mempertanggungjawabkan hasil penelitian secara ilmiah.
Dalam draf wawancara ini, Dr. Wahyu dapat menyampaikan refleksi mengenai tujuan dan harapan dari penelitian yang dikembangkannya.
“Bagi saya, pengembangan bahan ajar statistika ini merupakan upaya untuk menghadirkan pembelajaran matematika yang lebih bermakna bagi siswa. Saya berharap pembelajaran berbasis proyek dengan dukungan media digital DataVista dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami data melalui pengalaman belajar yang aktif, sekaligus membantu mereka membangun ketekunan dan kepercayaan diri ketika menghadapi tantangan dalam pembelajaran statistika,” demikian draf pernyataan Dr. Wahyu.
Ia juga diharapkan menekankan pentingnya peran guru dalam memfasilitasi pembelajaran yang memberi ruang bagi eksplorasi, diskusi, kolaborasi, dan refleksi. Teknologi digital, dalam hal ini, bukan sekadar alat untuk menyajikan materi, melainkan sarana pendukung bagi siswa untuk membangun pemahaman melalui kegiatan yang terarah.
Ke depan, pengembangan bahan ajar dan media digital diharapkan dapat terus disesuaikan dengan kebutuhan sekolah, karakteristik siswa, serta tujuan pembelajaran. Dengan demikian, inovasi yang dihasilkan dari penelitian akademik memiliki peluang untuk memberikan manfaat lebih luas bagi praktik pembelajaran matematika.
Dukungan Keluarga Menjadi Bagian dari Perjalanan
Di balik pencapaian akademik, dukungan keluarga sering menjadi sumber kekuatan dalam menjalani proses pendidikan doktoral. Perjalanan tersebut membutuhkan waktu, kesabaran, kedisiplinan, serta kemampuan menyeimbangkan tanggung jawab akademik dan kehidupan keluarga.
Dalam draf wawancara keluarga, ungkapan berikut dapat digunakan setelah dikonfirmasi kepada pihak terkait.
“Kami merasa bersyukur dan bangga atas pencapaian Dr. Wahyu. Perjalanan menyelesaikan pendidikan doktoral tentu membutuhkan perjuangan dan pengorbanan. Kami berharap gelar yang diraih menjadi awal dari semakin banyak kontribusi positif bagi dunia pendidikan dan masyarakat, serta menjadi motivasi untuk terus berkarya dan memberikan manfaat bagi sesama,” demikian draf pernyataan keluarga.
Dukungan keluarga menjadi pengingat bahwa pencapaian akademik tidak hanya berkaitan dengan keberhasilan individu, tetapi juga dengan semangat dan kebersamaan orang-orang terdekat yang mendampingi proses tersebut.
Memperkuat Tradisi Keilmuan di Lingkungan FPDM
Lahirnya doktor baru di lingkungan FPDM IKIP Siliwangi menjadi momentum untuk terus memperkuat budaya penelitian, inovasi pembelajaran, dan pengembangan keilmuan. Penelitian Dr. Wahyu Setiawan menghadirkan perhatian pada pentingnya literasi statistik, pemanfaatan teknologi digital, dan pengembangan resiliensi siswa sebagai bagian dari pembelajaran matematika yang lebih komprehensif.
Bagi Program Studi Pendidikan Matematika dan PGSD, pengembangan penelitian yang relevan dengan kebutuhan pendidikan merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap masyarakat.
FPDM IKIP Siliwangi menyampaikan selamat dan apresiasi atas pencapaian gelar doktor yang diraih Dr. Wahyu Setiawan, M.Pd. Semoga capaian ini menjadi landasan bagi pengembangan penelitian yang berkelanjutan, kolaborasi akademik yang semakin luas, serta lahirnya inovasi pembelajaran yang memberikan manfaat nyata bagi pendidikan Indonesia.
Selamat atas pencapaian gelar doktor, Dr. Wahyu Setiawan, M.Pd. Semoga terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan pendidikan.