👤 Admin FPDM IKIP Siliwangi
🗓️ Kamis, 13 Agustus 2026 / ⏱️ 10:48:22
Cimahi, FPDM IKIP Siliwangi – Kabar membanggakan datang dari lingkungan Fakultas Pendidikan Dasar dan Matematika (FPDM) Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Siliwangi. Dr. Anugrah Ramadhan Firdaus, M.Pd., resmi menyandang gelar doktor setelah menjalani sidang promosi doktor pada 13 Agustus 2026. Pencapaian akademik ini menjadi momentum penting bagi pengembangan keilmuan pendidikan, khususnya dalam menghadirkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan tantangan global dan kebutuhan pendidikan sekolah dasar.
Dalam disertasinya yang berjudul “Pembelajaran Proyek STEM-Zero Hunger untuk Meningkatkan Kemampuan Creative Problem-Solving dan Pencapaian ESD Learning Goals 2 Siswa Sekolah Dasar”, Dr. Anugrah mengangkat keterkaitan antara pembelajaran berbasis proyek, pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), serta pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan atau Education for Sustainable Development (ESD). Fokus tersebut menunjukkan pentingnya pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir kreatif, pemecahan masalah, dan kepedulian terhadap persoalan nyata di masyarakat.
Disertasi yang Menghubungkan Pembelajaran dan Tantangan Global
Topik disertasi yang diangkat Dr. Anugrah memiliki relevansi dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21. Melalui integrasi STEM dan pendekatan pembelajaran berbasis proyek, peserta didik diarahkan untuk mempelajari konsep secara terpadu, mengidentifikasi persoalan, mengembangkan gagasan, serta merancang solusi berdasarkan pengetahuan yang diperoleh.
Tema Zero Hunger atau tanpa kelaparan merujuk pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) nomor 2, yaitu mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan, meningkatkan gizi, dan mendorong pertanian berkelanjutan. Pengangkatan tema tersebut dalam pembelajaran sekolah dasar membuka ruang bagi peserta didik untuk mengenal persoalan pangan dan keberlanjutan melalui pengalaman belajar yang kontekstual.
Sementara itu, kemampuan creative problem-solving menjadi aspek penting yang dikaji karena peserta didik tidak cukup hanya mengetahui suatu permasalahan. Mereka juga perlu mengembangkan kemampuan menghasilkan ide, mempertimbangkan berbagai alternatif, dan merancang penyelesaian secara kreatif.
Integrasi ketiga unsur tersebut memberikan perspektif bahwa pembelajaran di sekolah dasar dapat menjadi ruang untuk menumbuhkan literasi sains, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, dan tanggung jawab sosial sejak dini. Meski demikian, penerapan pendekatan tersebut tetap memerlukan rancangan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik perkembangan peserta didik, kondisi sekolah, serta kompetensi guru.
Dekan FPDM: Momentum untuk Memperkuat Budaya Akademik
Pencapaian Dr. Anugrah Ramadhan Firdaus menjadi kabar membanggakan bagi keluarga besar FPDM IKIP Siliwangi. Sebagai fakultas yang menaungi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Pendidikan Matematika, FPDM memiliki perhatian terhadap pengembangan sumber daya manusia akademik yang mampu berkontribusi pada peningkatan mutu pendidikan.
Dekan FPDM IKIP Siliwangi, Dr. Nelly Fitriani, M.Pd., dalam draf wawancara untuk berita ini menyampaikan bahwa keberhasilan seorang dosen meraih gelar doktor merupakan pencapaian personal sekaligus bagian dari penguatan kapasitas akademik institusi.
“Kami menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas pencapaian Dr. Anugrah Ramadhan Firdaus, M.Pd. Gelar doktor yang diraih merupakan hasil dari proses akademik yang membutuhkan ketekunan, kedisiplinan, dan komitmen terhadap pengembangan ilmu pengetahuan. Kami berharap pencapaian ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika FPDM untuk terus meningkatkan kompetensi, produktivitas penelitian, dan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan.”
Dr. Nelly juga diharapkan dapat menekankan pentingnya disertasi yang menghubungkan inovasi pembelajaran dengan persoalan kehidupan nyata. Menurut perspektif tersebut, pengembangan pembelajaran tidak semestinya berhenti pada penyusunan model atau perangkat ajar, tetapi perlu diarahkan pada upaya memperkuat kualitas pengalaman belajar peserta didik.
“Kami berharap gagasan yang dikembangkan melalui penelitian ini dapat terus ditindaklanjuti, baik melalui publikasi ilmiah, kolaborasi penelitian, maupun pengembangan praktik pembelajaran di sekolah dasar. Dengan demikian, capaian akademik ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi yang bersangkutan, tetapi juga memberikan manfaat lebih luas bagi institusi dan masyarakat.”
Dr. Anugrah: Perjalanan Akademik dan Komitmen terhadap Pendidikan
Bagi Dr. Anugrah Ramadhan Firdaus, pencapaian gelar doktor menjadi bagian penting dari perjalanan akademik dan profesionalnya. Proses penyusunan disertasi menuntut pengkajian literatur, perumusan masalah, pengembangan kerangka penelitian, serta pengujian gagasan secara ilmiah. Perjalanan tersebut juga menuntut konsistensi dalam menjaga kualitas penelitian dan menyelesaikan setiap tahapan akademik.
Dalam draf wawancara ini, Dr. Anugrah dapat menyampaikan refleksi mengenai makna penelitiannya dan harapan terhadap pengembangan pembelajaran di sekolah dasar.
“Bagi saya, penyelesaian studi doktoral bukan sekadar pencapaian gelar akademik, melainkan juga tanggung jawab untuk terus belajar dan memberikan kontribusi bagi pendidikan. Saya berharap penelitian tentang pembelajaran proyek STEM-Zero Hunger ini dapat memperkaya alternatif pembelajaran yang kontekstual, mendorong kreativitas peserta didik, dan memperkenalkan nilai-nilai keberlanjutan sejak pendidikan dasar.”
Ia juga diharapkan menyoroti bahwa pendidikan dasar memiliki posisi strategis dalam membentuk cara berpikir dan karakter peserta didik. Persoalan seperti ketahanan pangan, kesehatan, dan keberlanjutan lingkungan dapat diperkenalkan melalui aktivitas pembelajaran yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Guru berperan penting dalam membantu peserta didik memahami persoalan tersebut secara bertahap, sesuai dengan usia dan pengalaman mereka.
Lebih jauh, pencapaian doktoral ini diharapkan menjadi pijakan untuk memperluas aktivitas penelitian, memperkuat kolaborasi akademik, serta mendorong pemanfaatan hasil penelitian dalam pengembangan pembelajaran yang bermakna.
Dukungan Keluarga, Bagian Penting dari Perjalanan
Di balik pencapaian akademik, dukungan keluarga kerap menjadi sumber semangat dalam menghadapi proses studi yang panjang. Penyelesaian pendidikan doktoral membutuhkan pengelolaan waktu, ketekunan, dan kemampuan menjaga keseimbangan antara tanggung jawab akademik, pekerjaan, serta kehidupan keluarga.
Dalam draf wawancara keluarga, dukungan tersebut dapat diungkapkan melalui refleksi mengenai perjalanan yang telah dilalui bersama.
“Kami bersyukur dan bangga atas pencapaian yang diraih. Proses menyelesaikan pendidikan doktoral tentu membutuhkan perjuangan dan pengorbanan. Kami berharap pencapaian ini menjadi awal dari semakin banyak kontribusi positif bagi pendidikan dan masyarakat, serta membawa manfaat bagi keluarga dan lingkungan sekitar.”
Kehadiran keluarga dalam perjalanan akademik menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan tidak selalu dicapai secara individual. Dukungan moral, pengertian, dan kebersamaan dapat memberikan kekuatan untuk menyelesaikan berbagai tantangan selama menempuh studi.
Inspirasi bagi Sivitas Akademika FPDM
Lahirnya doktor baru di lingkungan FPDM IKIP Siliwangi menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengembangan keilmuan, penelitian, dan inovasi pembelajaran. Capaian ini sekaligus menegaskan pentingnya peningkatan kualifikasi akademik dosen yang disertai komitmen untuk menghasilkan karya ilmiah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Bagi Program Studi PGSD dan Pendidikan Matematika, pengembangan penelitian yang menghubungkan teori, praktik pembelajaran, dan tantangan kehidupan nyata merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan mutu pendidikan. Kolaborasi lintas bidang juga membuka peluang untuk menghasilkan inovasi yang lebih adaptif terhadap perubahan kebutuhan peserta didik dan perkembangan ilmu pengetahuan.
FPDM IKIP Siliwangi menyampaikan apresiasi atas pencapaian Dr. Anugrah Ramadhan Firdaus, M.Pd. Semoga gelar doktor yang diraih menjadi landasan bagi pengabdian akademik yang semakin luas, produktivitas penelitian yang berkelanjutan, serta kontribusi nyata dalam memajukan pendidikan dasar di Indonesia.
Selamat atas pencapaian gelar doktor, Dr. Anugrah Ramadhan Firdaus, M.Pd. Semoga ilmu, karya, dan pengabdian yang dihasilkan senantiasa memberikan manfaat bagi dunia pendidikan, masyarakat, dan bangsa.