👤 Admin FPDM IKIP Siliwangi
🗓️ Rabu, 06 Mei 2026 / ⏱️ 09:54:43
CIMAHI – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) IKIP Siliwangi kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional. Kali ini, prestasi membanggakan datang dari bidang literasi melalui salah satu mahasiswi angkatan 2023, Zahra Khoerunnisa, yang berhasil meraih gelar Juara Umum Ke-3 dalam ajang Lomba Cipta Cerpen Tingkat Nasional Festival Sastra Vol. 6 bertajuk "HEAL", seperti yang diumumkan oleh akun instagram @penerbitpustakasastra.
Kompetisi bergengsi yang diselenggarakan oleh Penerbit Pustaka Sastra ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan di seluruh Indonesia, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga penulis umum. Keberhasilan Zahra ini membuktikan bahwa mahasiswa IKIP Siliwangi tidak hanya unggul dalam kompetensi pedagogik, tetapi juga memiliki kedalaman kreativitas dan literasi yang mumpuni.
Festival Sastra Vol. 6 tahun ini mengangkat tema "HEAL" (Penyembuhan), sebuah tema yang menantang para penulis untuk mengeksplorasi sisi emosional, trauma, serta proses pemulihan jiwa manusia melalui untaian kata. Zahra Khoerunnisa berhasil memikat dewan juri melalui karya cerpennya yang dinilai memiliki kekuatan diksi, orisinalitas alur, serta pesan moral yang mendalam.
Dalam karyanya, Zahra mampu menerjemahkan tema "HEAL" dengan perspektif yang unik, menggabungkan kepekaan rasa dengan teknik penulisan yang matang. Hal ini selaras dengan profil lulusan PGSD yang diharapkan memiliki empati tinggi dan kemampuan komunikasi yang baik, baik secara lisan maupun tulisan.
Kemenangan Zahra merupakan representasi dari keberhasilan IKIP Siliwangi, khususnya Fakultas Pendidikan Dasar, dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung pengembangan minat dan bakat mahasiswa di luar kurikulum formal. Kampus terus mendorong mahasiswa untuk aktif berpartisipasi dalam berbagai kompetisi skala nasional sebagai sarana aktualisasi diri.
Menanggapi prestasi tersebut, Ketua Program Studi PGSD IKIP Siliwangi, Dr. Galih Dani Septiyan Rahayu, M.Pd. memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya. Prestasi ini dipandang sebagai bukti nyata bahwa mahasiswa PGSD memiliki daya saing yang kuat di bidang sastra dan kepenulisan kreatif.
"Karya yang lahir dari ketekunan, kreativitas, dan keberanian untuk bercerita—semoga menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus berkarya dan berprestasi. Terus melangkah, terus menulis, dan terus menginspirasi!" ujar Ketua Program Studi PGSD dalam keterangannya. Beliau juga menambahkan bahwa kemampuan menulis cerpen bukan sekadar hobi, melainkan keterampilan krusial bagi calon guru sekolah dasar. Guru yang literat adalah guru yang mampu mengemas materi pembelajaran menjadi narasi yang menarik bagi anak didik di masa depan.
Dekan Fakultas Pendidikan Dasar dan Matematika (FPDM) IKIP Siliwangi, Dr. Nelly Fitriani, M.Pd. juga turut menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas pencapaian ini. Beliau menekankan bahwa prestasi di bidang sastra merupakan manifestasi dari kecerdasan linguistik yang sangat dibutuhkan oleh calon pendidik.
"Kami di jajaran fakultas merasa sangat bangga atas pencapaian ananda Zahra Khoerunnisa. Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa FPDM memiliki integritas akademik yang dibarengi dengan kepekaan rasa yang dituangkan dalam karya sastra. Di era transformasi pendidikan ini, kemampuan literasi seperti yang ditunjukkan Zahra adalah modal utama untuk membangun karakter bangsa. Kami akan terus mendukung penuh setiap langkah mahasiswa yang ingin mengeksplorasi potensi diri hingga ke level nasional maupun internasional," ungkap Dekan FPDM.
Perjalanan Zahra meraih juara umum ke-3 tidaklah instan. Di tengah kepadatan jadwal perkuliahan semester kedua bagi angkatan 2023, ia tetap meluangkan waktu untuk melakukan riset, penyusunan draf, hingga proses swasunting (self-editing) yang ketat. Zahra mengaku bahwa inspirasi tulisannya banyak didapatkan dari pengamatan sosial dan diskusi-diskusi di lingkungan kampus.
"Tantangan terbesar adalah membedah tema 'HEAL' agar tidak klise. Saya ingin pembaca merasakan proses 'sembuh' itu sendiri melalui tokoh yang saya ciptakan," ungkap Zahra saat diwawancarai secara terpisah.
Pihak Penerbit Pustaka Sastra selaku penyelenggara menyatakan bahwa persaingan tahun ini sangat ketat. Kriteria penilaian meliputi kesesuaian tema, teknik penceritaan, kedalaman karakter, hingga aspek tata bahasa (PUEBI). Keberhasilan Zahra menembus posisi tiga besar nasional menunjukkan kualitas kepenulisannya telah memenuhi standar literasi profesional.
Prestasi ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh sivitas akademika IKIP Siliwangi, khususnya rekan-rekan mahasiswa angkatan 2023 lainnya, untuk tidak ragu mengeksplorasi potensi diri. Pihak fakultas berkomitmen untuk terus memfasilitasi wadah-wadah kreatif melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) maupun perlombaan internal yang dapat mengasah kemampuan literasi.
Dengan raihan Juara Umum Ke-3 Nasional ini, Zahra Khoerunnisa tidak hanya membawa pulang penghargaan bagi dirinya sendiri, tetapi juga mengharumkan nama IKIP Siliwangi sebagai institusi pendidikan yang mencetak generasi unggul, kreatif, dan berwawasan luas.
Selamat kepada Zahra Khoerunnisa. Teruslah menjadi inspirasi melalui pena, karena sebuah tulisan mampu menjangkau hati yang tidak bisa disentuh oleh tangan.