👤 Admin FPDM IKIP Siliwangi
🗓️ Jumat, 20 Februari 2026 / ⏱️ 11:09:31
CIMAHI, IKIP SILIWANGI – Inovasi pendidikan tidak pernah berhenti di koridor kelas semata. Sebagai bentuk komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas lulusan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, Fakultas Pendidikan Dasar dan Matematika (FPDM) IKIP Siliwangi sukses menyelenggarakan rangkaian Bimbingan Teknis (BIMTEK) Pendalaman Konsep.
Agenda besar ini melibatkan dua program studi andalan, yakni Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Pendidikan Matematika. Meski dilaksanakan secara terpisah pada tanggal 11 dan 12 Februari 2026, semangat yang diusung tetap satu: membekali mahasiswa dengan kompetensi mutakhir yang melampaui kurikulum standar, mulai dari integrasi budaya lokal hingga teknologi digital internasional.
Rangkaian BIMTEK dibuka oleh Program Studi PGSD pada Rabu, 11 Februari 2026. Fokus utama pada hari pertama ini adalah menjembatani antara kearifan lokal dengan dunia digital yang serba cepat. Sebanyak 101 mahasiswa yang berasal dari angkatan 2022 dan 2023 berkumpul untuk mendalami bagaimana seorang calon guru SD tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga kreator dan inovator budaya.
1. Transformasi Budaya Menjadi Konten Edukatif
Pemateri pertama, Heru Murdiyanto, M.Pd., selaku Founder Edutrimedia Indonesia, membawa perspektif segar mengenai dunia konten. Dalam paparannya yang bertajuk "Transformasi Budaya Lokal menjadi Konten Edukatif dan Produk Etnopreneurship Digital", Heru menekankan bahwa guru SD masa depan harus melek media.
"Kekayaan budaya kita sangat luar biasa, namun jika tidak dikemas dalam bentuk digital, anak-anak generasi Alpha akan asing dengan identitasnya sendiri. Mahasiswa PGSD harus mampu mengubah cerita rakyat, permainan tradisional, atau seni lokal menjadi aset digital yang bernilai edukatif sekaligus memiliki nilai ekonomi," jelas Heru di hadapan para mahasiswa.
2. Integrasi Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal
Melengkapi materi pertama, Ikhsanul Kamil, M.Pd. dari Yayasan Putera Utama hadir untuk memberikan panduan praktis dalam aspek pedagogis. Beliau membawakan materi "Penguatan Kompetensi Calon Guru SD dalam Mengintegrasikan Etnopreneurship berbasis Kearifan Lokal ke dalam Pembelajaran Sekolah Dasar".
Ikhsanul menyoroti bahwa kurikulum merdeka memberikan ruang luas bagi guru untuk berinovasi. Ia memberikan simulasi bagaimana sebuah konsep kewirausahaan berbasis budaya (etnopreneurship) dapat disisipkan dalam mata pelajaran tematik tanpa menghilangkan esensi akademiknya. Mahasiswa diajak untuk berpikir kritis bagaimana cara membuat siswa SD bangga akan lokalitasnya sembari belajar berwirausaha sejak dini.
Sehari berselang, tepatnya pada Kamis, 12 Februari 2026, giliran Program Studi Pendidikan Matematika yang menggelar hajatan serupa. Jika PGSD bermain di ranah budaya, Pendidikan Matematika melesat ke arah penguatan riset global dan implementasi teknologi mutakhir. Sebanyak 90 mahasiswa angkatan 2022 dan 2023 mengikuti sesi ini dengan penuh antusiasme.
1. Standar Global Karya Tulis Ilmiah
Kehadiran pemateri pertama menjadi magnet utama pada hari kedua. Tommy Tanu Wijaya, S.Pd., M.Ed., Ph.D., seorang dosen dan peneliti dari School of Mathematical Sciences, Beijing Normal University, hadir secara khusus untuk membedah materi "Penyusunan Karya Tulis Ilmiah".
Mengingat rekam jejaknya di kancah internasional, Tommy memberikan tips dan trik bagaimana menyusun riset pendidikan matematika yang layak menembus jurnal bereputasi. Ia menekankan bahwa mahasiswa matematika harus memiliki ketajaman analisis dan sistematika berpikir yang tertuang rapi dalam tulisan ilmiah. "Riset bukan sekadar tugas akhir, melainkan cara kita berkontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan dunia," tegasnya.
2. Sentuhan Visual dalam Logika Matematika
Tak kalah menarik, sesi kedua diisi oleh Arif Sunaryo, S.Pd., yang merupakan Lead Programmer di CV. Hail Visual. Sebagai praktisi di industri kreatif dan teknologi, Arif membawakan materi "Teknologi Digital dalam Pembelajaran Matematika".
Dalam sesi ini, Arif mendemonstrasikan bagaimana visualisasi data dan animasi dapat mempermudah pemahaman konsep matematika yang abstrak. Mahasiswa diajak melihat sisi "keren" dari matematika ketika bersentuhan dengan pemrograman dan desain visual. Teknologi digital bukan lagi sekadar alat bantu, melainkan kebutuhan pokok bagi guru matematika modern untuk menjaga atensi siswa di kelas.
Kesuksesan BIMTEK ini tercermin dari angka partisipasi yang cukup tinggi. Total 191 mahasiswa dari kedua prodi terlibat aktif.
PGSD (101 Mahasiswa): Dominasi angkatan 2022 dan 2023 menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya pengembangan diri di luar jam kuliah sudah sangat baik. Mereka tampak aktif dalam sesi tanya jawab mengenai produksi konten edukatif.
Pendidikan Matematika (90 Mahasiswa): Meskipun jumlahnya sedikit lebih ramping, intensitas diskusi pada sesi KTI dan teknologi sangat dalam. Hal ini menunjukkan fokus mahasiswa yang mulai mengarah pada persiapan tugas akhir dan penguasaan skill teknis sebagai calon praktisi pendidikan.
Pihak Fakultas Pendidikan Dasar dan Matematika mencatat bahwa kehadiran mahasiswa ini merupakan representasi dari generasi baru pendidik yang tidak hanya "pintar secara teori", tetapi juga "terampil secara aksi".
Dekanat FPDM IKIP Siliwangi menyatakan bahwa pemilihan narasumber dari berbagai latar belakang—mulai dari Founder media, yayasan pendidikan, peneliti internasional, hingga Lead Programmer—adalah langkah strategis. FPDM ingin memutus sekat antara dunia akademik dan dunia praktisi. "Kami tidak ingin mahasiswa kami menjadi 'menara gading' yang hanya tahu rumus dan definisi. Melalui BIMTEK ini, mahasiswa PGSD belajar menjadi entrepreneur budaya, dan mahasiswa Matematika belajar menjadi peneliti kelas dunia sekaligus ahli teknologi. Inilah profil lulusan IKIP Siliwangi yang sesungguhnya," ungkap Dekan FPDM di sela-sela acara.
Kegiatan ini juga menjadi ajang bagi mahasiswa untuk memperluas jaringan (networking). Bertemu langsung dengan para ahli dari Beijing Normal University maupun praktisi industri kreatif memberikan perspektif baru bagi mereka tentang peluang karier setelah lulus nanti.
BIMTEK Pendalaman Konsep ini bukan sekadar acara seremonial tahunan. Materi-materi yang disampaikan oleh para pakar akan dijadikan bahan evaluasi bagi pengembangan kurikulum di tingkat program studi. Penguatan aspek etnopreneurship di PGSD dan literasi digital-riset di Pendidikan Matematika diharapkan dapat terintegrasi dalam mata kuliah terkait di semester-semester mendatang.
Bagi mahasiswa angkatan 2022 dan 2023, kegiatan ini menjadi bekal berharga sebelum mereka terjun ke lapangan dalam program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) atau Kuliah Kerja Nyata (KKN). Dengan bekal metode pembelajaran yang kreatif dan kemampuan riset yang mumpuni, mahasiswa diharapkan mampu memberikan solusi nyata atas permasalahan pendidikan di sekolah tempat mereka mengabdi nantinya.
Rangkaian BIMTEK yang dilaksanakan pada 11-12 Februari 2026 oleh Fakultas Pendidikan Dasar dan Matematika IKIP Siliwangi telah berhasil menanamkan benih-benih inovasi pada diri mahasiswa. Perpaduan antara nilai budaya lokal yang diangkat oleh prodi PGSD dan kemajuan teknologi-riset yang diusung oleh prodi Pendidikan Matematika menciptakan sebuah harmoni akademik yang luar biasa.
Dengan berakhirnya agenda ini, FPDM IKIP Siliwangi kembali membuktikan posisinya sebagai lembaga pencetak tenaga pendidik yang visioner, kompeten, dan siap menjawab tantangan global tanpa melupakan akar budaya bangsa.