👤 Admin FPDM IKIP Siliwangi
🗓️ Jumat, 07 Maret 2026 / ⏱️ 20:17:43
CIMAHI, IKIP SILIWANGI – Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, atmosfer religiusitas dan kekeluargaan menyelimuti lingkungan Fakultas Pendidikan Dasar dan Matematika (FPDM) IKIP Siliwangi. Sebagai bentuk nyata dalam mengimplementasikan nilai-nilai spiritualitas di tengah rutinitas akademik, dua program studi besar di bawah naungan FPDM, yakni Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Pendidikan Matematika, menggelar rangkaian acara "Pengajian dan Buka Bersama".
Meski bernaung di bawah satu tema besar yang melambangkan persatuan fakultas, yakni "Rajut Ukhuwah di Bulan Suci", pelaksanaan teknis kegiatan ini dilakukan secara bergantian oleh masing-masing program studi. Langkah ini diambil guna memastikan kekhusyukan serta efektivitas penyampaian materi dakwah, mengingat besarnya jumlah civitas akademika di kedua program studi tersebut.
Dekanat FPDM IKIP Siliwangi menegaskan bahwa pemilihan waktu yang berbeda bagi PGSD dan Pendidikan Matematika bukanlah tanpa alasan. Selain faktor kapasitas gedung, pembagian jadwal ini dimaksudkan agar setiap program studi memiliki ruang yang lebih intim untuk melakukan konsolidasi internal antara dosen, staf, dan mahasiswa.
Rangkaian kegiatan ini terbagi menjadi empat pertemuan utama yang dilaksanakan sepanjang akhir Februari hingga awal Maret 2026. Pola selang-seling antara prodi PGSD dan Pendidikan Matematika menciptakan dinamika positif di lingkungan fakultas, di mana setiap minggunya kampus selalu dihidupkan dengan lantunan ayat suci dan doa bersama.
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) mendapatkan jadwal pada pertemuan pertama dan ketiga. Sebagai prodi dengan jumlah mahasiswa yang cukup besar, antusiasme terlihat sangat tinggi sejak hari pertama pelaksanaan.
Rangkaian acara dibuka perdana oleh prodi PGSD pada Jumat, 20 Februari 2026. Acara yang dipusatkan di Aula Utama kampus ini menghadirkan Ust. H. Ronny Mugara sebagai pemateri utama. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan pentingnya peran guru sekolah dasar sebagai peletak pondasi akhlak bagi generasi masa depan.
"Mendidik anak di usia dasar bukan sekadar transfer ilmu, melainkan transfer adab. Ramadan adalah momentum bagi para calon guru SD untuk menyucikan niat agar kelak menjadi pelita bagi anak didiknya," ujar Ust. H. Ronny di hadapan ratusan mahasiswa PGSD. Sesi ini ditutup dengan buka puasa bersama yang penuh dengan nuansa kekeluargaan, di mana dosen dan mahasiswa duduk melingkar menikmati hidangan tanpa sekat jabatan.
Melanjutkan estafet spiritualitasnya, PGSD kembali mengadakan pengajian pada Senin, 2 Maret 2026. Kali ini, giliran Ust. M. Rizal Fauzi yang mengisi mimbar dakwah. Materi yang dibawakan berfokus pada manajemen sabar dan syukur dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks. Ust. M. Rizal mengingatkan bahwa kesabaran seorang pendidik adalah sedekah jariyah yang tak terputus nilainya.
Tak kalah khidmat, Program Studi Pendidikan Matematika juga menyelenggarakan rangkaian kegiatannya pada pertemuan kedua dan keempat. Jika PGSD berfokus pada aspek pedagogik dasar, Pendidikan Matematika membawa nuansa logika yang dipadukan dengan ketetapan iman.
Pada Rabu, 25 Februari 2026, giliran mahasiswa dan dosen Pendidikan Matematika yang berkumpul. Narasumber yang dihadirkan adalah Ust. Usman Aripin. Beliau membawakan materi unik yang mengaitkan antara keteraturan matematika di alam semesta dengan keagungan sang Pencipta.
Ust. Usman mengajak civitas akademika Pendidikan Matematika untuk melihat angka-angka bukan hanya sebagai simbol hitungan, melainkan sebagai bukti sunnatullah yang presisi. "Islam menyukai keteraturan, dan matematika adalah bahasa keteraturan itu sendiri. Mari jadikan Ramadan sebagai sarana menghitung kembali (muhasabah) berapa banyak amal yang telah kita proyeksikan untuk akhirat," pesannya.
Puncak rangkaian acara Pendidikan Matematika sekaligus penutup seri pengajian fakultas dilaksanakan pada Jumat, 6 Maret 2026. Menghadirkan Ust. Wahyu Setiawan, pengajian kali ini terasa sangat emosional karena merupakan sesi terakhir. Ust. Wahyu menyampaikan tema tentang pentingnya menjaga konsistensi (istiqomah) setelah Ramadan berakhir.
Beliau menekankan bahwa rajutan ukhuwah yang telah terbentuk selama rangkaian buka bersama ini harus tetap dijaga meski bulan suci telah berlalu. "Jangan sampai semangat berjamaah ini hanya muncul saat ada takjil, tapi harus terbawa hingga ke ruang-ruang kelas dan laboratorium," tegas Ust. Wahyu.
Meskipun secara operasional pelaksanaannya dilakukan secara terpisah—yakni PGSD pada tanggal 20 Februari dan 2 Maret, sementara Pendidikan Matematika pada 25 Februari dan 6 Maret—semangat kebersamaan tetap terasa di seluruh koridor Fakultas Pendidikan Dasar dan Matematika.
Interaksi antar-prodi tetap terjadi melalui koordinasi panitia gabungan yang mempersiapkan sarana dan prasarana. Mahasiswa PGSD dan Pendidikan Matematika saling bahu-membahu memastikan kebersihan masjid dan kenyamanan aula untuk prodi yang mendapat giliran pengajian. Hal ini menunjukkan bahwa perbedaan jadwal bukanlah pemisah, melainkan cara untuk saling mendukung satu sama lain.